Ad

Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya

Puruk Cahu, Lintas Mura News– Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., menilai penyusunan Dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Murung Raya Tahun 2026–2030 merupakan langkah strategis dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada keselamatan masyarakat.

Pandangan tersebut disampaikannya terkait pelaksanaan Diskusi Publik Kajian Risiko Bencana Kabupaten Murung Raya Tahun 2026–2030 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya di Aula Bapperida Kabupaten Murung Raya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Bebie, Kabupaten Murung Raya memiliki karakteristik wilayah yang luas dengan berbagai potensi ancaman bencana, mulai dari banjir, tanah longsor, hingga kebakaran hutan dan lahan. Karena itu, keberadaan dokumen KRB menjadi instrumen penting dalam mendukung perencanaan pembangunan yang lebih terarah dan berbasis mitigasi risiko.

Ia mengatakan dokumen tersebut memberikan gambaran menyeluruh mengenai tingkat kerawanan dan potensi risiko bencana di setiap wilayah, sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

“Dokumen ini memberikan gambaran yang jelas mengenai tingkat kerawanan dan risiko bencana yang ada di setiap wilayah. Dengan data tersebut, pemerintah dapat menyusun program pembangunan yang lebih terukur, tepat sasaran, dan berpihak pada keselamatan masyarakat,” ujar Bebie.

Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga harus mempertimbangkan aspek perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat dari berbagai potensi ancaman bencana.

Bebie mengapresiasi upaya Pemerintah Kabupaten Murung Raya melalui BPBD yang telah menyusun dokumen Kajian Risiko Bencana sebagai pedoman dalam perencanaan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan.

Ia berharap hasil kajian tersebut dapat diintegrasikan ke dalam berbagai dokumen perencanaan pembangunan daerah, sehingga menjadi acuan bagi seluruh organisasi perangkat daerah dalam menyusun program dan kegiatan sesuai tingkat risiko di masing-masing wilayah.

Selain itu, Bebie juga menekankan pentingnya peningkatan edukasi dan sosialisasi kebencanaan kepada masyarakat, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Mitigasi bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga memerlukan dukungan dan partisipasi aktif masyarakat. Karena itu, peningkatan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pengurangan risiko bencana,” katanya.

Bebie berharap Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Murung Raya Tahun 2026–2030 dapat menjadi landasan dalam mewujudkan pembangunan yang aman, tangguh, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana di masa mendatang.

(Sem Firdaus)
Baca Juga:
https://www.lintasmuranews.com/2026/06/bebie-kajian-risiko-bencana-jadi.html

Berita Terbaru

  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya
  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya
  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya
  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya
  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya
  • Bebie: Kajian Risiko Bencana Jadi Fondasi Penting Pembangunan Murung Raya

Posting Komentar

Ad
Ad