Bebie Serap Aspirasi Warga di Empat Wilayah Kecamatan Tanah Siang
Puruk Cahu, Lintas Mura News– Anggota DPRD Kabupaten Murung Raya, Bebie, S.Sos., S.H., S.P., M.M., M.A.P., melaksanakan kegiatan reses dengan menyerap aspirasi masyarakat di empat wilayah, yakni Desa Konut, Desa Sungai Lunuk, Desa Karali dan Kelurahan Saripoi, Kecamatan Tanah Siang, beberapa waktu lalu.
Kegiatan reses tersebut dihadiri kepala desa, perangkat desa dan anggota BPD, lurah, tokoh masyarakat, tokoh adat, kepala sekolah SD dan SMP, kepala Puskesmas Konut, Kepala Puskesmas Saripoi, Kepala Pustu Sungai Lunuk dan Karali, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, Bebie menerima berbagai usulan dan kebutuhan masyarakat yang disampaikan secara langsung oleh pemerintah desa, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, tokoh masyarakat maupun kelompok tani.
Bebie mengatakan, aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan untuk diperjuangkan dan disampaikan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah sesuai kewenangan dan kemampuan anggaran daerah.
“Dalam pelaksanaan reses ini, banyak aspirasi masyarakat yang kami terima. Semua usulan akan kami catat dan menjadi bahan untuk diperjuangkan sesuai skala prioritas dan ketentuan yang berlaku,” kata Bebie.
Di Desa Konut, masyarakat mengusulkan sejumlah pembangunan dan peningkatan fasilitas, antara lain lanjutan pembangunan Gereja Katolik dan Gereja GKE, pembangunan GOR dengan lahan yang telah tersedia, lanjutan pengecoran jalan menuju Gang Pondan hingga tembus Simpang Dupal, serta lanjutan pengecoran jalan Gang Kudui.
Warga juga mengusulkan bantuan peralatan dan bibit pertanian seperti durian dan lengkeng bagi kelompok tani, pembangunan tempat parkir Puskesmas Konut, tambahan komputer untuk puskesmas, serta berbagai kebutuhan peningkatan sarana pendidikan.
Untuk sektor pendidikan, usulan meliputi rehabilitasi atap seluruh ruangan SDN Konut, pembangunan pagar beton SDN Konut 1, pengadaan komputer, penyediaan air bersih untuk WC sekolah, penataan halaman SDN 1 Konut, instalasi listrik seluruh ruangan, rehabilitasi gedung perpustakaan dan pengadaan meubeler perpustakaan.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan pembangunan ruang aula dan laboratorium SDN Konut dan SMPN 2 Tanah Siang Konut, rehabilitasi tiga ruang kelas, pembangunan sarana olahraga voli dan basket, serta penyediaan sumber air bersih untuk SMP.
Sementara di Desa Sungai Lunuk, aspirasi masyarakat antara lain lanjutan pengecoran jalan dari SMK menuju arah kuburan, lanjutan jalan dari SMK menuju Tahujan, rehabilitasi sarana air bersih, pengecoran Gang Mukut, serta lanjutan program bedah rumah bagi masyarakat yang memiliki rumah tidak layak huni.
Masyarakat juga mengusulkan bantuan alat dan bibit pertanian, pembangunan jembatan menuju kuburan, penataan halaman Pustu Sungai Lunuk serta pengadaan meubeler untuk menunjang pelayanan kesehatan.
Di Desa Karali, warga menyampaikan kebutuhan sarana air bersih agar dapat mengalir hingga ke rumah-rumah masyarakat, pembangunan sumur bor, penimbunan bahu jalan kiri dan kanan, serta pembangunan rumah dinas SMP Karali.
Usulan lainnya meliputi rehabilitasi Pustu Karali dan pengadaan meubeler, pengecoran gang di lingkungan desa serta penyediaan sarana olahraga berupa bola voli, net dan pengecoran lapangan.
Sedangkan di Kelurahan Saripoi, masyarakat mengusulkan pembangunan dan penanganan dua jembatan di wilayah Duhuan yang dinilai membutuhkan penanganan segera.
Masyarakat juga meminta penyediaan tong sampah di setiap RT, unit kendaraan pengangkut sampah, rehabilitasi sarana air bersih RT 2 dan RT 3, serta lanjutan pengecoran jalan menuju Puruk Kolompai.
Selain infrastruktur dasar, warga Kelurahan Saripoi mengusulkan bantuan bibit dan pupuk bagi kelompok tani, pembangunan turap dan penataan halaman Balai Basarah, serta perluasan jaringan listrik PLN ke wilayah Dahuan.
Dalam reses tersebut, warga juga menyampaikan kekhawatiran terkait aktivitas kendaraan berat, termasuk mobil tangki berkapasitas 10.000 liter dan kendaraan besar milik perusahaan yang melintasi jalan umum Saripoi.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat melakukan pengaturan terhadap kendaraan berat tersebut karena dinilai berpotensi membahayakan pengguna jalan, mempercepat kerusakan jalan, serta meningkatkan risiko longsor pada sejumlah titik jalan yang kondisinya sudah cukup curam.
Bebie menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang telah disampaikan masyarakat dari empat wilayah tersebut akan menjadi catatan dalam pelaksanaan tugasnya sebagai anggota DPRD Murung Raya.
Menurutnya, kegiatan reses menjadi salah satu sarana penting bagi anggota DPRD untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus mengetahui kondisi pembangunan dan pelayanan publik di tingkat desa dan kelurahan.
“Kami berterima kasih kepada masyarakat yang telah menyampaikan aspirasi secara langsung. Tentunya seluruh usulan ini akan menjadi perhatian dan bahan pembahasan untuk ditindaklanjuti sesuai prioritas pembangunan daerah,” pungkasnya.(Kspl)
Posting Komentar